Selasa, 13 April 2021

JENIS IKAN HIAS POPULER DI INDONESIA

Ikan Koi

Jenis ikan hias yang satu ini awalnya dipopulerkan oleh masyarakat Jepang. Pada awal abad 19, para ilmuwan bidang perikanan di Negara Sakura tersebut berhasil mengawinkan beberapa varian ikan mas hingga berubah menjadi ikan dengan warna dominan merah dan putih yang dinamakan Ikan Koi.

Ikan Koi atau Cyprinus carpio L ini lebih cocok dipelihara di kolam ikan, bukan di akuarium. Hal ini dikarenakan sifat Ikan Koi yang suka bergerak bebas sehingga membutuhkan area yang luas seperti kolam. Selain itu, alasan lain kenapa jenis ikan hias ini lebih cocok dibudidayakan di kolam karena memang Ikan Koi lebih indah jika dipandang dari atas dengan warna kulitnya yang cantik.

Budidaya Ikan Cupang

Ikan Cupang

Ikan Cupang adalah jenis ikan hias yang cukup mudah dan tidak rewel dalam segi perawatannya. Ikan yang memiliki nama latin Betta sp ini bahkan sanggup hidup pada media yang memiliki volume air sedikit seperti stoples, serta tidak membutuhkan mesin pencipta gelembung air yang biasa dijumpai di setiap akuarium ikan.

Jenis ikan hias yang satu ini bahkan kerap dijadikan sebagai ikan aduan, hal ini disebabkan karena ikan cupang merupakan predator bagi sesamanya. Ikan cupang bahkan mampu merobek-robek sesama jenis ikan cupang lainnya dalam sebuah pertempuran berjam-jam lamanya.

Seleksi Ikan Koki
Ikan Koki

Ikan Koki atau Carrasius auratus merupakan jenis ikan hias yang masuk dalam keluarga ikan mas dan juga ikan koi. Ikan koki memang berasal dari hasil perkawinan beberapa jenis ikan hias dari ikan mas dan juga ikan koi. Ikan hias yang satu ini juga pada mulanya dipopulerkan oleh orang Jepang, meskipun sebenarnya ikan koki awalnya berasal dari Negara China.

Sedangkan di Indonesia sendiri, perkembangan budidaya ikan koki juga mengalami peningkatan yang cukup pesat, hal ini disebabkan karena permintaan konsumen akan jenis ikan hias yang satu ini terus meningkat setiap tahunnya. Salah satu sentra budidaya ikan koki di Indonesia adalah daerah Tulungagung (Jawa Timur).

Ikan Guppy

Ikan hias ini awalnya berasal ari perairan air tawar di Amerika tengah hingga Amerika Selatan. Memiliki nama latin Poecilia reticulate, Ikan Guppy pertama kali masuk ke Negara Indonesia pada awal tahun 1920an dan saat ini sudah tersebar hampir di seluruh wilayah Indonesia.

Membudidayakan Ikan Guppy tidaklah terlalu susah, hal ini disebabkan karena Ikan Guppy berkembang biak dengan cara melahirkan anak. Perkawinan Ikan Guppy dilakukan dengan cara memasukkan gondopodium yaitu sejenis organ kelamin yang berada di bagian sirip ikan tersebut kedalam organ betina.

Jumat, 09 April 2021

JENIS PAKAN IKAN GURAMI

Gurami termasuk ikan air tawar yang bisa memakan apa saja, mulai dari plankton, serangga, hingga tumbuhan berdaun lunak. Yang penting adalah pakan gurami tersebut harus mengandung nutrisi utama yang dibutuhkan gurami yakni protein. Sisanya bisa berupa lemak, karbohidrat, vitamin dan mineral. Adapun jumlah nutrisi yang dibutuhkan gurami tersebut bisa berbeda-beda tergantung ukuran dan usia gurami yang dipelihara.

Pakan Larva Gurami Hingga Mencapai Ukuran Kuku

Larva gurami yang baru menetas hingga berumur sekitar 10 hari tidak perlu diberi makan karena pakan sudah tersedia dari cadangan kuning telur di tubuhnya. Setelah 10 hari biasanya cadangan kuning telur tersebut akan mulai habis dan larva gurami bisa mulai diberi pakan berupa fitoplankton (rotifera, infusoria, chiorella) dan zooplankton (daphnia, cladochera, artemia).

Alternatif lain adalah pakan dari adonan kuning telur, tepung kedelai, dan tepung sagu yang direbus dengan tambahan sedikit air. Pakan alami berupa cacing sutera bisa diberikan pada larva gurami. Pemberian pakan ini dilakukan hingga gurami berumur sekitar 40 hari. Pada usia tersebut, larva gurami seharusnya telah mencapai ukuran kuku atau sekitar 1-2 cm.

Pakan Gurami Ukuran Kuku Hingga Mencapai Ukuran Silet

Benih gurami berukuran kuku diberi pakan berupa cacing sutera. Pakan buatan berupa pelet tepung dengan kandungan protein sekitar 38-40 % juga sudah bisa diberikan pada benih gurami ukuran kuku. Pakan tersebut bisa diberikan hingga gurami mencapai jempol atau hingga gurami mencapai usia sekitar 60 hari sejak menetas. Selanjutnya hingga mencapai ukuran silet atau hingga benih gurami berusia sekitar 100 hari, pakan yang diberikan adalah pelet butiran ukuran 1 mm dengan kandungan protein sekitar 32-40%.

Pakan Gurami Ukuran Silet hingga Mencapai Ukuran Bungkus Rokok

Benih gurami ukuran silet bisa diberi pakan berupa pelet ukuran 1-2 mm dengan kandungan protein sekitar 32-40%. Pakan tambahan berupa daun bertekstur lunak seperti daun talas muda, daun keladi muda, daun pepaya muda dan daun ketela muda atau tanaman air seperi azolla juga sudah mulai bisa diberikan. Pada usia 190 hari atau sekitar 6 bulan sejak menetas, benih gurami akan mencapai ukuran bungkus rokok atau ukuran sekitar 3-4 jari.

Daun Sente yang Ditanam di Pinggir Kolam

Pakan Gurami Ukuran Bungkus Rokok Hingga Mencapai Ukuran Konsumsi

Gurami ukuran bungkus rokok hingga mencapai ukuran konsumsi atau minimal berbobot 500 gram/ekor dapat diberi pakan berupa pelet ukuran 2 mm dengan kadar protein 27%. Pakan alami seperti azolla, daun talas, daun singkong, daun pepaya dan sejenisnya juga bisa diberikan setiap hari.

Pakan Induk Gurami

Induk gurami memerlukan perhatian khusus untuk masalah pakan. Pemberian pakan dengan jenis dan jumlah yang tidak tepat dapat menyebabkan induk gurami menghasilkan telur yang sedikit dan daya tetasnya rendah. Para pembudidaya biasanya memberikan induk gurami porsi pakan alami yang lebih banyak ketimbang pakan buatan. Pengurangan porsi pakan buatan ini bertujuan agar induk gurami tidak terlalu banyak menumpuk lemak.

Pakan utama induk gurami adalah daun-daunan. Daun talas misalnya, bisa diberikan pada induk gurami setiap harinya sebagai pakan utama. Setiap 1-2 minggu sekali selingi pakan induk gurami dengan kecambah atau rebusan jagung pipil rebus. Selain itu ada juga pembudidaya yang memberikan selingan pakan berupa daging sapi, usus ayam atau bekicot yang dicacah halus. Contoh aplikasinya adalah daging sapi diberikan setiap 2 minggu sekali sedangkan usus ayam setiap 1 bulan sekali. Tujuannya adalah untuk meningkatkan produksi telur gurami dengan kuantitas dan kualitas yang tinggi.

Rabu, 07 April 2021

STRATEGI MENINGKATKAN HASIL PANEN LELE KONSUMSI

 

Panen Lele Konsumsi
  • Pengaplikasian suplemen pakan dan air
    Pengaplikasian suplemen pakan dan air akan mempercepat pertumbuhan lele dan meningkatkan energi bagi tubuh ikan sehingga tak mudah terserang penyakit, sehingga mampu menurunkan angka kematian. Di samping itu, penggunaan suplemen sanggup menurunkan kebutuhan pakan. Dengan demikian penggunaan pakan lebih tepat sasaran dan efisien.
  • Meminimalkan penyortiran
    Meminimalkan penyortiran ialah hal yang sangat penting dalam budidaya sistem padat tebar tinggi. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, penyortiran sebetulnya menyebabkan ikan stres dan membutuhkan waktu untuk pemulihan. Akhirnya, masa budidaya lebih panjang dan terjadi pemborosan pakan. Inilah alasan mengapa dalam teknik padat tebar tinggi cuma memberi anjuran satu kali penyortiran, yakni di tengah-tengah masa budidaya.
  • Pemberian probiotik pada pakan dan air
    Aplikasi probiotik pada pakan sangat ampuh untuk menjaga stabilitas pencernaan lele. Dengan cara padat tebar tinggi, lele dipaksa untuk mencerna pakan tanpa henti, mengingat pemberian pakan dilaksanakan dengan interval 3 hingga 4 jam sekali. Sementara itu, penerapan probiotik di air memberikan pengaruh yang signifikan kepada mutu air kolam. Hal ini tidak terlepas dari efek pemberian probiotik pada pakan. Amoniak yang berasal dari lele secara otomatis menurun, sehingga kerja probiotik di air lebih ringan dan memberikan pengaruh yang signifikan.


Selasa, 09 Juni 2020

BUDIDAYA IKAN PADA MUSIM KEMARAU

Biasanya musim kemarau adalah musim untuk menarik keuntungan bagi pembudidaya, karena umumnya dihadapkan pada kondisi harga ikan yang tinggi. Mengapa tinggi harganya? Karena suplainya berkurang. Mengapa berkurang? Karena banyak pembudidaya yang gagal dalam berbudidaya akibat buruknya kualitas air.

Kondisi tersebut adalah siklus tahunan yang selalu dihadapi oleh pembudidaya. Yang menarik, tidak semua pembudidaya gagal. Pertanyaan selanjutnya, mengapa ada yang berhasil? Secara sengaja atau tidak sengaja, kondisi kualitas air-lah yang mendukung keberhasilannya.

Di daerah yang umumnya pasokan atau sumber air tawar yang terbatas ketika musim kemarau, memang sangat cocok untuk budidaya lele. Namun demikian, ketika ketersediaan air yang semakin berkurang, apalagi mendekati masa panen, pergantian air tidak dapat dilakukan secara rutin dengan waktu yang sering. Akibatnya, senyawa-senyawa racun (khususnya ammonia) akan bertambah konsentrasinya dikolam dan yang lebih parah lagi adalah menurunnya kadar oksigen secara otomatis.

Dalam proses budidaya, naiknya konsentrasi ammonia akan terjadi sejalan dengan bertambahnya masa budidaya. Paling tidak ada 4 akibat dari jumlah ammonia di kolam yang berlebih yaitu over-blooming plankton; menekan mekanisme sistem immune dan menurunkan kualitas jaringan/daging karena konsentrasi ammonia yang tinggi dalam darah; menurunkan  respon makan sehingga bisa berpengaruh ke pertumbuhan; serta merusak struktur insang yang mengakibatkan gangguan respirasi dan pengikatan oksigen.

Akibatnya  pertumbuhan melambat, SR (Survival Rate/daya tahan hidup) rendah,dan tingginya tingkat kesusutan daging/ikan saat panen atau transprotasi.

Kamis, 04 Juni 2020

MENINGKATKAN NAFSU MAKAN IKAN PADA MUSIM PANCAROBA

Secara umum pancaroba atau pergantian musim atau bediding kalau orang jawa bilang, ditandai dengan adanya suhu dingin dan angin kencang, dan sangat terasa pada saat malam hari. Keadaan ini sangat berpengaruh terhadap respon ikan yang dibudidayakan. Ikan tumbuh secara optimal pada suhu dengan kisaran 28 – 30oC. Jika suhu air di atas atau di bawah ambang batas optimum, maka pertumbuhan ikan akan menurun, bahkan akan berhenti jika terlalu ekstrim.

Pada saat bediding, metabolisme ikan juga akan menurun, pada saat itu ikan membutuhkan energi yang lebih banyak untuk mengatasi hawa dingin. Otomatis pakan yang biasanya cukup untuk tumbuh menjadi kurang karena sebagian digunakan untuk melawan hawa dingin. Di lain pihak, suhu dingin ini juga menurunkan nafsu makan ikan, sehingga akibatnya ikan tidak punya cukup energi untuk tumbuh.

Ikan termasuk hewan poikiloterm, yaitu suhu tubuh menyesuaikan dengan suhu lingkungan, tetapi inipun bukan senjata yang ampuh pada saat suhu air lebih dingin dibanding rata-rata. Jadi pada saat bediding, nafsu makan ikan turun sementara energi yang dibutuhkan relatif lebih besar sehingga pada akhirnya pertumbuhan akan terhambat dan masa budidaya menjadi lebih panjang dari biasanya. Lebih jauh lagi, akibat kurangnya energi yang masuk ke dalam tubuh ikan, otomatis daya tahan ikan akan menurun sehingga ikan rentan terhadap serangan penyakit.

Pada saat musim bediding, bukan pakan ikan yang menjadi masalah, tetapi lingkungannya. Oleh sebab itu perlu dilakukan langkah-langkah khusus untuk meningkatkan nafsu makan serta kekebalan ikan.

Salah satu alternatif yang bisa dicoba adalah penggunaan bawang putih yang dicampurkan di pakan. Bawang putih ini mengandung zat antibiotik alami sehingga aman digunakan dan tidak meninggalkan residu baik dalam tubuh maupun lingkungan. Biasanya bawang putih digunakan untuk mencegah penyakit bakterial yang sering muncul pada saat lingkungan air memburuk. Caranya haluskan 5 - 7 gr bawang putih dan campurkan dengan 1 kg pakan, angin-anginkan sebentar sebelum diberikan ke ikan. Dalam 1 hari cukup berikan 1 kali saja.

Untuk meningkatkan nafsu makan ikan, bisa tambahkan ekstrak atau parutan jahe segar sebanyak 5 - 10 gr per kg pakan (digunakan pada pakan pagi hari). Kandungan jahe ini bisa menghangatkan suhu tubuh ikan sehingga bisa menambah nafsu makan ikan.

Rabu, 03 Juni 2020

PERTUMBUHAN IKAN NILA

Budidaya nila yang bagus (pertumbuhan bisa optimal) prinsipnya adalah interaksi 3 komponen yaitu lingkungan yang ideal, kualitas benih yang bagus, dan asupan pakan sesuai dengan kebutuhan. Pemeliharaan bisa dilakukan di kolam air tenang, kolam air deras (running water), karamba jaring apung, atau tambak.

Lingkungan (kualitas air) yang ideal antara lain jika kandungan oksigen > 4 mg/l, pH 7 - 8, suhu 25 - 30oC, CO2 < 5 ppm, dan alkalinitas 50 - 300 ppm. Sementara pakan yang diberikan harus memiliki kandungan nutrisi yang sesuai dengan kebutuhan nutrisi ikan nila. Metode pemberian pakan bisa dilakukan dengan cara ad libitum (sekenyangnya) atau menggunakan feeding management (manajemen pemberian pakan).

Tabel. Manajemen pemberian pakan untuk ikan nila

Ukuran Ikan      Persentase Pakan       Frekuensi Pakan
(gram)               (% dari biomassa)           (kali/hari)
50 - 300                   5 - 3                          3
- 4
> 300                       3 - 2                          3 - 4

Ikan nila jika dipelihara secara heterosex (campur antara jantan dan betina) maka pada ukuran > 150 gram akan mencapai ukuran reproduktif. Artinya ikan cenderung mudah kawin karena gonad sudah berkembang. Hal inilah yang menyebabkan ikan sulit menjadi besar karena energi yang dimiliki ikan tidak 100% untuk pertumbuhan, tetapi digunakan sebagian untuk perkembangan gonad.

Selasa, 02 Juni 2020

MINA PADI

Budidaya ikan di sawah bersama dengan padi (minapadi) sudah dilakukan di Indonesia sejak tahun 1970-an. Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka pemeliharaan ikan di sawah sudah banyak berkurang digantikan dengan pemeliharaan ikan di kolam. Pemeliharaan ikan di sawah saat ini dilakukan tidak bersama dengan padi, tetapi ikannya dipelihara di tanah sawah bekas padi.

Kegiatan ini terutama banyak dilakukan untuk pendederan ikan, dengan masa pemeliharaan 1 - 2 bulan. Karena keuntungan budidaya ikan umumnya lebih tinggi dibanding padi, maka para petani padi yang telah merasakan manisnya usaha budidaya ikan di sawah biasanya enggan memelihara padi lagi, tetapi tanah sawahnya diubah menjadi kolam ikan.

Memelihara ikan di tanah sawah memang punya banyak keunggulan dibanding di kolam.  Tanah sawah yang biasanya digunakan untuk memelihara padi, sangat subur sehingga makanan alami yang sangat dibutuhkan oleh benih ikan kecil mudah sekali tumbuh dalam jumlah banyak. 

Kolam sawah biasanya lebih dangkal dibandingkan kolam ikan biasa, sehingga cahaya matahari bisa menembus sampai dasar kolam.  Hal ini menunjang pertumbuhan makanan alami di seluruh lapisan air kolam. Tanah sawah yang baru pertama kali digunakan untuk pemeliharaan ikan juga mengandung banyak jerami/ batang padi.

Batang padi yang telah dijemur kering lalu terendam air lagi itu menjadi habitat yang baik untuk pertumbuhan moina dan daphnia, sejenis kutu air kecil yang sangat disukai oleh benih ikan. Makanan alami yang berlimpah dalam kolam sawah membuat ikan dapat tumbuh dengan cepat. Hal yang perlu diperhatikan, kolam sawah biasanya cenderung agak asam karena pH tanah sawah umumnya < 6.  Oleh karena itu pada saat persiapan perlu dilakukan pemberian kapur. Dosis kapur berkisar antara 50 - 100 kg/1.000 m2. Kapur yang digunakan bisa kapur pertanian atau kapur tohor. Jika dalam kolam dikhawatirkan terdapat banyak hama (ikan liar) atau ular, maka sebaiknya digunakan kapur tohor. Saat menggunakan kapur tohor harus hati-hati karena terasa panas di tangan.