Rabu, 16 Juni 2021

PENGARUH SUHU PADA BUDIDAYA IKAN

Menjaga Suhu Kolam

Hubungan suhu dengan keberhasilan budidaya ikan sangatlah erat. Hal ini karena suhu sangat berperan penting dalam proses pertumbuhan dan perkembangan ikan. Para pembudidaya ikan sebaiknya semaksimal mungkin untuk mencegah terjadinya fluktuasi suhu karena, naik turunnya suhu yang sering dan drastis dapat menyebabkan ikan stres hingga mati.

Suhu yang terlalu rendah pada kolam dapat membuat ikan mengalami penurunan nafsu makan, sementara suhu yang terlalu tinggi dapat menyebabkan metabolisme ikan meningkat dan kebutuhan oksigennya juga meningkat. Peningkatan kebutuhan oksigen ini memicu kadar oksigen pada kolam mengalami penurunan. Hal ini diperparah dengan meningkatnya penguraian bahan organik oleh bakteri, yang mana proses ini juga membutuhkan asupan oksigen.

Permintaan oksigen yang lebih besar daripada yang dihasilkan menyebabkan oksigen semakin menipis. Keadaan ini tentu bukanlah keadaan yang menguntungkan bagi ikan, pasalnya saat ikan kekurangan oksigen, ikan akan cenderung mengalami pelambatan pertumbuhan. Bahkan, pada banyak kasus ikan akan mengalami kematian secara massal.

Cara paling mudah untuk mengatasi keadaan ini ialah dengan menambah debit air hingga permukaan air mengalami kenaikan. Saat proses tersebut berlangsung, pembudidaya ikan sebaiknya senantiasa memantau suhu kolam dengan menggunakan termometer.

Rabu, 09 Juni 2021

MENCEGAH PERTUMBUHAN LUMUT PADA KOLAM LELE

Kolam Pembenihan Lele

Lumut merupakan tumbuhan kecil yang biasa hidup pada daerah lembab. Salah satu daerah yang paling mudah untuk ditumbuhi lumut adalah kolam ikan lele. Lumut sebenarnya dapat dijadikan pakan alami bagi ikan, namun apabila pertumbuhannya terkontrol. Lumut dengan pertumbuhan yang tinggi serta membludak pada kolam tentu sangat membahayakan. Pada budidaya lele, pertumbuhan lumut paling sering terjadi pada kolam pembenihan ikan lele yang menggunakan clear water system.

Sistem pembenihan lele yang menggunakan air bening ini dapat meningkatkan pertumbuhan lumut karena tidak adanya penahan sinar matahari, sehingga dapat menembus dengan mudah ke dasar kolam. Tidak hanya sinar matahari, beberapa faktor lain yang memicu pertumbuhan lumut adalah adanya sisa pakan pada kolam, penggunaan pupuk kandang yang berlebihan. Serta banyaknya bahan organik yang mengendap di kolam.

Ada 3 cara yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya pertumbuhan lumut secara masif dan berlebihan, yaitu:

Pemasangan Paranet

Pemasangan paranet di atas permukaan kolam cukup efektif untuk menangkal pertumbuhan lumut yang tak terkendali. Paranet berfungsi sebagai penghalau sinar matahari, sehingga tidak langsung menembus dasar kolam.  Selain mencegah lumut, paranet juga akan melindungi ikan dari paparan sinar matahari dikala matahari dalam keadaan terlalu terik.

Penggunaan Obat

Banyak obat anti lumut yang dijual di pasaran, dan obat-obat tersebut aman untuk digunakan jika sesuai dengan anjuran. Obat digunakan sebelum penebaran benih dengan cara dituangkan ke dalam kolam. Sehari kemudian air dapat diganti dan lakukan penebaran benih.

Menggunakan Geomembrane

Sama halnya seperti memasang paranet, pemasangan geomembrane pada kolam pembenihan lele juga dapat mengurangi pertumbuhan lumut. Caranya ialah dengan memasang geomembrane pada alas dan dinding kolam. Selain dapat menghambat pertumbuhan lumut, geomembrane juga membuat kolam menjadi lebih mudah untuk dirawat, serta memiliki daya tahan yang lama. Pembudidaya tidak harus mengganti geomembrane jika ingin menggunakan kolam para proses pembenihan periode sebelumnya, karena geomembrane dikenal tahan lama dan dapat digunakan hingga 10 tahun pemakaian.

Kamis, 06 Mei 2021

MENJAGA KESEHATAN IKAN

Serangan Hama dan Penyakit Ikan

Penyakit menjadi salah satu kendala yang sulit diprediksi dan bisa datang secara tiba-tiba. Namun, penyakit tersebut dapat dikendalikan agar penyebarannya tidak begitu masif sehingga tidak menimbulkan dampak yang terlalu buruk. Penanganan penyakit ikan yang perlu dilakukan antara lain pencegahan, pengobatan, pemusnahan, dan pemulihan.

Pencegahan

Tindakan pencegahan dapat dilakukan dengan meningkatkan kondisi kesehatan ikan. Caranya dapat dilakukan dengan memberikan suplemen, vitamin, bahan aditif, dan pakan dengan gizi yang seimbang. Pencegahan penyakit juga kerap dilakukan dengan pemberian vaksinasi agar daya tahan tubuh ikan menjadi lebih kuat. Pencegahan juga dapat dilakukan dengan penerapan biosekuriti yang benar, seperti menggunakan benih, calon induk, dan induk yang bermutu. Pakan dan obat ikan yang diberikan berkualitas serta terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Biosekuriti juga mencakup pengelolaan lingkungan budidaya, sterilisasi seluruh peralatan yang digunakan dalam proses budidaya termasuk kendaraan dan tenaga kerja yang bekerja, serta pembatasan lalu lintas pekerja, peralatan, dan kendaraan di unit budidaya.

Pengobatan

Jika ikan sudah telanjur terjangkit penyakit, langkah pengobatan yang dilakukan harus sesuai dengan jenis penyakit yang menyerang. Pengobatan harus menggunakan obat yang sudah terdaftar di Kementerian Kelautan dan Perikanan. Pelaksanaan pengobatan harus dicatat dan didokumentasikan agar memiliki data yang akurat tentang kondisi ikan budidaya. Sisa pengobatan seperti alat perendaman dan alat suntik yang digunakan harus segera dilakukan pengolahan agar tidak mencemari lingkungan. Hal serupa juga perlu dilakukan pada kemasan obat atau obat yang sudah kedaluwarsa.

Pemusnahan

Langkah pemusnahan perlu dilakukan pada ikan yang mati akibat penyakit, ikan yang diduga terkena penyakit tertentu, dan ikan yang terinfeksi penyakit penting dengan tingkat serangan mencapai lebih dari 60 persen. Pemusnahan dapat dilakukan dengan bahan kimia, pembakaran, atau penguburan.

Pemulihan 

Pasca pengobatan, ikan perlu diberikan perlakuan pemulihan agar penyakit tidak menyerang kembali. Pemulihan dapat dilakukan dengan pembersihan dan desinfeksi unit pembudidaya ikan serta penggantian dengan menggunakan induk, calon induk, atau benih yang bebas penyakit.

Selasa, 04 Mei 2021

MANAJEMEN PAKAN YANG EFEKTIF DAN EFISIEN DALAM BUDIDAYA LELE

Pakan Pabrik

Budidaya lele yang dilakukan secara intensif membutuhkan pakan pelet buatan pabrik secara penuh lantaran pembudidaya menginginkan hasil panen dalam waktu yang singkat. Pakan pelet ikan lele dapat membuat ikan dipanen setelah berumur dua bulan dengan ukuran yang seragam. Sementara itu, jika menggunakan pakan tradisional, membutuhkan waktu selama 3-4 bulan dengan ukuran 60 persen tidak seragam.

Pakan pelet ikan lele yang beredar di pasaran terdapat dua macam, yakni pelet terapung dan pelet tenggelam. Pelet terapung saat ditebar di kolam akan terapung sebelum tenggelam. Sementara itu, pelet tenggelam biasanya langsung tenggelam atau melayang beberapa saat di dalam air, kemudian langsung tenggelam.

Pakan pelet yang beredar di pasaran ada yang berupa tepung atau butiran dengan berbagai ukuran. Pakan pelet yang dibuat pabrik umumnya mengandung nutrisi yang sesuai bagi lele.

Jumlah pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan kebutuhan dan mengacu pada berat tubuh ikan. Jumlah pakan yang dapat diberikan untuk lele per harinya sekitar 3-6 persen dari bobot ikan yang dipelihara. Namun, persentase tersebut bersifat fleksibel. Oleh karena itu, jumlahnya dapat lebih atau kurang sesuai dengan nafsu makan ikan saat itu.

Secara umum, perhitungan kebutuhan pakan lele ada dua cara, yaitu berdasarkan bobot total ikan dan umur tebar. Jika perhitungan berdasarkan bobot total ikan, asumsi persentase pakan 5 persen dari bobot total lele. Setelah 10 hari pemeliharaan, dilakukan sampling ikan. Jika bobot badan ikan bertambah dari bobot awal, pemberian pakan ditambah dua kali lipat. Menjelang masa panen, sekitar dua minggu, persentase pakan dikurangi menjadi 2-3 persen dari bobot total.

Waktu pemberian pakan bisa dilakukan pagi, siang, sore, atau malam hari, bergantung pada nafsu makan ikan. Mengingat lele termasuk hewan nokturnal, sebaiknya sebagian pakan diberikan sore atau malam hari karena nafsu makan lele tinggi. Jadwal pemberian pakan pada pagi pukul 07:00, siang pukul 12:00, sore pukul 17:00, dan malam hari pukul 22:00.

Frekuensi pemberian pakan lebih tinggi jika ikan masih kecil. Frekuensi pemberian pakan saat ikan masih kecil bisa 4-5 kali sehari, sedangkan ikan yang sudah besar cukup tiga kali sehari. Cara pemberian pakan dengan menaburkannya secara merata sedikit demi sedikit di setiap sisi kolam agar ikan mendapat jatah yang sama.

Ukuran pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan ukuran bukaan mulut ikan. Semakin besar ukuran bukaan mulut ikan, akan semakin besar juga ukuran pakan yang diberikan.

Selasa, 27 April 2021

PERBEDAAN INDUK GURAMI JANTAN DENGAN BETINA

 

Induk Gurami Jantan
Bentuk Tubuh Ikan Gurami

Ikan gurami jantan memiliki bentuk tubuh yang ramping, bagian perutnya terlihat lebih runcing. Hal ini karena pada gurami jantan tidak adanya kantung rahim. Tubuh ikan gurami betina lebih berbentuk bulat dan tebal di bagian perutnya, apalagi ketika gurami betina sedang dalam proses bertelur, maka tubuhnya akan semakin berbentuk bulat dan besar.

Induk Gurami Betina

Pergerakan Ikan Gurami

Secara umum ikan gurami jantan memiliki pergerakan yang cepat dan lincah, ini juga karena didukung oleh tubuhnya yang cenderung ramping. Sebaliknya ikan gurami betina karena memiliki tubuh yang bulat dan besar, maka cenderung bergerak agak lamban.


Kepala dan Dahi Ikan Gurami

Salah satu cara membedakan jenis kelamin ikan gurami adalah dengan melihat ciri fisik ikan tersebut. Ikan gurami jantan bagian kepala dan dahinya lebih cenderung menonjol dan terlihat lebih jenong bila dibandingkan dengan ikan gurami betina yang mana hampir bentuk kepala dan dahinya tidak menonjol.

Organ Reproduksi Ikan Gurami

Alat reproduksi ikan gurami jantan akan terlihat jelas karena tubuhnya ramping dan runcing. Ini juga akan memudahkan pada saat dilakukan pemijahan. Alat reproduksi gurami jantan akan terlihat menonjol dan berbentuk lonjong seperti benjolan. Sedangkan pada ikan gurami betina organ reproduksinya berbentuk oval dan apabila organ tersebut ditekan maka dapat mengeluarkan cairan berwarna putih.

Sirip dan Sisik Ikan Gurami

Apabila siripnya memiliki warna hitam atau coklat gelap maka ikan tersebut merupakan ikan gurami jantan. Ini merupakan salah satu ciri khas tersendiri untuk ikan gurami jantan. Sedangkan untuk ikan gurami betina, siripnya memiliki warna yang cenderung terang yaitu putih atau krem. Untuk bagian sisiknya, pada ikan gurami jantan, susunan pada sisiknya lebih normal. Sisik ikan gurami jantan akan terlihat sangat tersusun dengan rapi dan beraturan layaknya ikan pada umumnya. Lain halnya dengan ikan gurami betina, dimana sisiknya akan terlihat cenderung terbuka.

Kamis, 15 April 2021

PENYEBAB PENYAKIT PADA USAHA PEMBESARAN IKAN SECARA INTENSIF

Budidaya pembesaran ikan yang dilakukan secara intensif umumnya lebih berisiko terkena penyakit. Hal ini disebabkan oleh tingginya tingkat kepadatan yang digunakan, bahkan dapat dikatakan hampir mendekati batas maksimal daya dukung lahan. Ada beberapa faktor lainnya yang menyebabkan penyakit ikan muncul di kolam budidaya.

Kematian Gurami Ukuran Konsumsi

Perubahan kondisi lingkungan

Perubahan kondisi dari musim kemarau ke hujan menjadi waktu yang tepat bagi bibit penyakit untuk menyerang ikan yang berada di dalam kolam budidaya. Terlebih, pada ikan dengan daya tahan tubuh yang lemah sehingga lebih rentan terjangkit berbagai penyakit.  Oleh karena itu, perlu dilakukan tindakan-tindakan preventif ketika kondisi lingkungan sudah mulai menunjukkan adanya perubahan, seperti dari musim hujan ke musim kemarau.

Kebersihan kolam dan peralatan

Tingkat kebersihan kolam dan peralatan yang digunakan untuk budidaya dapat mempengaruhi perkembangan penyakit di dalam kolam budidaya. Kondisi kolam beserta peralatan yang kotor sangat disukai oleh bibit penyakit sehingga bibit penyakit tersebut sangat mudah menular dan tumbuh dengan subur di dalam kolam. Kebersihan kolam dan peralatan perlu dipantau dan dibersihkan secara rutin.

Kondisi kolam

Kolam harus dipersiapkan sebaik mungkin sebelum benih ikan ditebar ke dalam kolam agar ikan mudah beradaptasi. Kondisi kolam yang kurang baik dapat menyebabkan daya tahan tubuh ikan melemah.

Keadaan ikan

Terkadang, sistem pemeliharaan yang sudah bagus tetap bisa membuat ikan sakit apabila benih ikan yang digunakan kurang bagus. Benih yang akan digunakan harus dicek terlebih dahulu. Pastikan membeli dari pembudidaya benih terpercaya yang menyediakan benih berkualitas. Tindakan pencegahan penyakit pada ikan dapat dimulai dengan menggunakan benih yang tepat. Setelah itu, lakukan penebaran benih yang tepat agar benih tidak stres dan mudah beradaptasi.

Kualitas pakan

Penyakit pada ikan juga berkaitan erat dengan kandungan gizi di dalam pakan. Pakan dengan kandungan gizi yang kurang dapat menyebabkan daya tubuh ikan melemah sehingga ikan lebih mudah terserang penyakit.

Rabu, 14 April 2021

PENYEBAB DAN CARA MENGATASI IKAN LELE MATI MENDADAK

Penyebab Ikan Lele tiba-tiba mati mendadak serta cara mengatasinya

1. Adanya Zat Beracun Yang Mencemari Air Kolam

Air kolam yang tercemar zat beracun akan menyebabkan kematian lele dalam jumlah besar, penyebab zat beracun tersebut biasanya berasal dari sisa pakan yang mengendap di dasar kolam. Air kolam yang tercemar akan berwarna merah kehitaman. Selain itu zat beracun juga bisa berasal dari obat – obatan kimia seperti pestisida. Jika sumber air kolam berasal dari sungai atau saluran irigasi yang juga dimanfaatkan oleh petani padi. Maka kemungkinan besar air kolam akan bercampur dengan air pestisida.

Cara Mengatasinya

  • Gantilah air kolam sebanyak 40% dari jumlah volume air yang ada, setelah 10 hari lakukan pergantian dan penambahan air.
  • Lakukan pergantian atau penambahan air setiap lima hari sekali. Apabila mendekati waktu panen sebelum panen ikan dilakukan, alangkah baiknya frekuensi penambahan air dilakukan 3 hari sekali

2. Perubahan Mendadak pH Air Secara Ekstrem

pH air juga merupakan hal yang perlu dipertahankan, ketika awal pembuatan kolam, pH juga harus dikondisikan sedemikian rupa agar dapat memenuhi syarat ideal bagi hidup lele. Penyebab pH air berubah dalam waktu singkat salah satunya adalah air hujan pertama yang jatuh pada kolam.

Cara Mengatasinya

Jika turun hujan pada hari pertama, segera ganti air kolam, pergantian air kolam dapat dilakukan sebagian, lebih baik dalam mengganti air kolam menggunakan mesin diesel.

Kematian Benih Lele

3. Suhu Air Kolam Terlalu Panas

Pertahankan suhu air kolam pada kisaran ideal yakni 25 – 300C. Benih lele sangat sensitif terhadap suhu yang terlalu panas, akibatnya lele akan mudah stress dan nafsu makan menurun. Pencernaan dan metabolisme tubuh tidak berfungsi dengan baik, lama kelamaan lele akan mati.

Cara Mengatasinya

Pasanglah terpal plastik untuk mencegah masuknya sinar matahari secara langsung ke air kolam. bisa juga menggunakan tanaman eceng gondok yang dapat menjadi tempat berlindung bagi lele, selain itu eceng gondok juga berfungsi sebagai inang bagi sejumlah mikroorganisme yang dapat dijadikan sumber pakan alami bagi lele.