Minggu, 01 Oktober 2017

PEMILIHAN METODE PENYULUHAN PERIKANAN

Training Penyuluh
Metode penyuluhan perikanan dipilih berdasarkan pertimbangan:

a. Tujuan kegiatan penyuluhan yang akan dicapai, meliputi:

  • Menjadikan pelaku utama dan pelaku usaha dari  tidak tahu menjadi tahu;
  • Menjadikan pelaku utama dan pelaku  usaha dari tidak mau menjadi mau;
  • Menjadikan pelaku utama dan pelaku usaha dari tidak bisa menjadi bisa; dan
  • Menjadikan pelaku utama dan pelaku usaha dari tidak cakap menjadi cakap.
b. Karakteristik sasaran meliputi tingkat adopsi sasaran dalam menerima/memahami sesuatu yang baru diketahui atau belum diketahui atau belum lama diketahui;
c. Karakteristik penyuluh:
  • Kemampuan adaptasi terhadap sasaran penyuluhan;
  • Kemampuan menciptakan iklim belajar diantara sesama anggota pelaku utama;
  • Tanggungjawab, pengabdian dan idealisme untuk bekerja;
  • Kemampuan analisis masalah dan kepekaan terhadap perasaan orang lain;
  • Kemampuan meyakinkan dan memperlakukan orang lain;
  • Kemampuan menyadari bahwa segala sesuatu perubahan akan berdampak positif atau negatif terhadap pelaku utama;
  • Pengalaman kerja, tingkat pendidikan dan jabatan fungsionalnya;
  • Penguasaan terhadap berbagai metoda penyuluhan; dan
  • Ketersediaan sarana/prasarana penyuluhan.
d. Karakteristik daerah/wilayah:
  • Agroklimat;
  • Topografi;
  • Potensi sumber daya alam;
  • Aksesibilitas; dan
  • Infrastruktur.
e. Materi penyuluhan harus bersifat:
  •  Mengingatkan/menggugah hati;
  • Promosi/menarik;
  • Keterampilan; dan
  • Membangkitkan keyakinan/mendorong pengambilan keputusan.
f. Sarana dan biaya yang tersedia:
  • Sarana kegiatan penyuluhan;
  • Sarana/fasilitas penyuluh; dan
  • Pembiayaan penyuluhan.
g. Kebijakan pemerintah yaitu tersedia/tidaknya anggaran penyuluhan, kelembagaan penyuluhan, kuantitas penyuluh, programa penyuluhan.
h. Faktor sosial ekonomi sasaran, antara lain:
  • Demografi;
  • Tingkat pendapatan masyarakat;
  • Mata pencaharian;
  • Status sosial;
  • Budaya; dan
  • Tingkat pendidikan dan pengetahuan.

Minggu, 03 September 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (7)

Penyuluhan Menggunakan Slide

Metode penyuluhan perikanan berdasarkan teknik komunikasi meliputi:
                        1.         Komunikasi langsung;
Komunikasi langsung  merupakan metode penyuluhan yang dilakukan melalui percakapan tatap muka atau melalui media tertentu yang memungkinkan penyuluh dapat berkomunikasi secara langsung untuk memperoleh respon dari sasarannya dalam waktu yang relatif singkat.
Komunikasi langsung dilakukan melalui:
a)      Telepon;
b)      Diskusi;
c)      Dialog;
d)      Cyber-net;
                        2.         Komunikasi tidak langsung.
Komunikasi tidak langsung merupakan metode penyuluhan yang dilakukan melalui perantara orang lain, melalui surat atau melalui media lain yang tidak memungkinkan penyuluh untuk dapat menerima respon dari sasaran dalam waktu yang relatif singkat.
 Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui:
a)      Pemasangan poster;
b)      Penyebaran brosur/leaflet/booklet/folder/majalah;
c)      Siaran radio;
d)      Tayangan televisi;
e)      Pemutaran slide;
f)       Pemutaran film;
g)      Pertunjukan seni budaya masyarakat.

Minggu, 06 Agustus 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (6)

Pertemuan Kelompok
Metode penyuluhan perikanan berdasarkan jumlah sasaran meliputi:
                        1.         Perorangan;
Jumlah sasaran perorangan dilakukan dengan cara:
a)   Kunjungan rumah/lokasi usaha;
b)   Surat menyurat; dan
c)   Hubungan telepon.
                        2.         Kelompok;
Jumlah sasaran kelompok dilakukan dengan cara:
a)   Diskusi;
b)   Karyawisata;
c)   Kursus;
d)   Pertemuan kelompok; dan
e)   Temu karya.
                        3.         Massal.
Jumlah sasaran massal dilakukan dengan cara:
a)   Sosialisasi;
b)   Kampanye;
c)   Pemasangan poster/spanduk;
d)   Siaran radio;
e)   Siaran televisi; dan
f)    Temu wicara.
Metode penyuluhan perikanan berdasarkan media yang digunakan meliputi:
                        1.         Media terdengar;
Media terdengar disampaikan dengan cara:
a)      Tatap muka;
b)   Lewat telepon;
c)   Jingle/Iklan layanan masyarakat; dan
d)   Siaran radio.
                        2.         Media cetak; dan
Media cetak disampaikan dalam bentuk gambar dan/atau tulisan tercetak, seperti:
a)      Gambar;
b)      Foto;
c)      Selebaran;
d)      Brosur;
e)      Poster;
f)       Leaflet;
g)      Booklet;
h)      Folder;
i)        Baliho;
j)        Koran;
k)      Tabloid; dan/atau
l)        Majalah.
                        3.         Media tertayang.
Media tertayang disampaikan dalam bentuk gambar dan/atau tulisan tercetak, seperti:
a)      Bahan tayang;
b)      Film/video;
c)      Siaran televisi.
d)      Sound slide;
e)      Klip/serial foto;
f)       Jingle/iklan layanan masyarakat;
g)      Blog;
h)      Cyber extension; dan
i)        Multimedia massage service.

Senin, 03 Juli 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (5)

Kontes Ikan Hias Cupang

Metode penyuluhan perikanan dengan menyebarkan informasi dilakukan melalui:
  1. Kampanye, suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu;
  2. Pameran, usaha untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, grafik, gambar, poster, benda hidup dan sebagainya secara sistematik pada suatu tempat tertentu;
  3. Dialog interaktif, karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih dan bersifat saling melakukan interaksi;
  4. Siaran radio/televisi, penyiaran acara melalui radio atau televisi;
  5. Cyber extension, dan/atau interaksi melalui internet;
  6. Pemutaran film/ video, penyuluhan dengan menggunakan alat film/ video yang bersifat visual dan masal, serta menggambarkan proses suatu kegiatan;
  7. Penyebaran brosur/ folder/ leaflet dan majalah, merupakan penyebaran yang dibagikan kepada masyarakat pada saat-saat tertentu; dan
  8. Pemasangan poster/ spanduk, merupakan penyebaran menggunakan gambar dan kata-kata yang dicetak dan dipasang pada tempat-tempat yang sering dilalui orang atau yang sering digunakan sebagai tempat orang berkumpul di luar ruangan.

Jumat, 05 Agustus 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (4)

Kunjungan

Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan kemampuan teknis dan aneka usaha perikanan dilakukan melalui: 
  1. Kunjungan rumah/ tempat usaha, kunjungan terencana oleh penyuluh ke rumah atau tempat usaha pelaku utama dan pelaku usaha;
  2. Ceramah, media penyampaian informasi secara lisan kepada pelaku utama, pelaku usaha dan atau tokoh masyarakat dalam suatu pertemuan;
  3. Pelatihan, suatu proses perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan teknis dalam rangka mencapai kemampuan, waktu, dan materi tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.
  4. Magang, proses belajar mengajar antar pelaku utama dengan bekerja ditempat usaha perikanan pelaku utama yang berhasil dan/atau pada lembaga teknis pemerintah, swasta;
  5. Studi  banding, suatu kajian ilmiah dengan mencari imbangan dari kasus yang sama atau serupa di tempat lain;
  6. Widyawisata, perjalanan keluar dalam rangka studi secara berombongan dan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan;
  7. Demonstrasi, peragaan suatu teknologi (bahan, alat atau cara) dan/atau hasil penerapannya secara nyata dilakukan oleh pemandu kepada pelaku utama dan pelaku usaha;
  8. Sekolah lapang, sekolah yang diselenggarakan di luar ruangan dengan dipandu pengajar/pemandu untuk memenuhi suatu kemampuan materi teknologi tertentu dengan waktu yang tidak ditentukan; dan
  9. Gelar teknologi perikanan merupakan suatu kegiatan untuk memperagakan suatu teknologi perikanan unggul hasil penelitian dan pengkajian yang sudah matang di lahan usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha dan dilaksanakan oleh kelompok perikanan atau anggotanya, dengan bimbingan petugas teknis.


Sabtu, 30 Juli 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (3)


Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan dan menguatkan kelembagaan/ manajemen kelompok serta modal sosial dilakukan melalui: 
  1. Sarasehan, forum konsultasi antara pelaku utama dan/atau pelaku usaha dengan pihak pemerintah secara periodik dan berkesinambungan untuk musyawarah dan mufakat dalam pengembangan usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha serta pelaksanaan program pembangunan perikanan;
  2. Diskusi/dialog, tukar pikiran antara peserta diskusi untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat mengenai suatu masalah dan pemecahannya; 
  3. Seminar, merupakan suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah dibawah pimpinan ketua sidang dengan menampilkan satu atau beberapa pembicara dengan makalah atau kertas kerja masing-Masing serta biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah; 
  4. Workshop/lokakarya, sebuah pertemuan ilmiah yang melibatkan beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya; dan 
  5. Pelatihan, suatu proses perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan manajerial dalam rangka mencapai kemampuan, waktu, dan materi tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.

Selasa, 24 Mei 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (2)


Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan kepemimpinan dan partisipatif pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dilakukan melalui:

  1. Rembug desa, pertemuan anggota dan/ atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat desa untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja serta pemecahan masalah yang dihadapi untuk kemudian dilaksanakan oleh mereka sendiri beserta kelompoknya;
  2. Rembug kecamatan, pertemuan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat kecamatan untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja serta pemecahan masalah yang dihadapi untuk kemudian dilaksanakan oleh mereka sendiri beserta kelompoknya;
  3. Rembug kabupaten/kota, pertemuan anggota  dan/atau  pengurus organisasi  pelaku  utama  dan  pelaku usaha tingkat kabupaten/kota untuk  mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam  pelaksanaan program  dan  rencana  kerja,  dan  menilai/ mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana  kerja  periode  yang  lalu,  serta  menyusun kepengurusan tingkat kabupaten/kota;
  4. Rembug provinsi, pertemuan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat provinsi untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja, dan menilai/ mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kerja periode yang lalu, serta menyusun kepengurusan tingkat provinsi serat membahas masalah umum pembangunan perikanan tingkat provinsi; dan
  5. Rembug nasional, pertemuan konsultasi secara berkala dan berkesinambungan yang melibatkan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat nasional dengan pejabat pemerintah lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam pelaksanaan program dan rencana kerja, menilai/mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kerja periode yang lalu, serta menyusun kepengurusan  tingkat  nasional  serat  membahas masalah umum pembangunan perikanan tingkat nasional.