Minggu, 03 September 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (7)

Penyuluhan Menggunakan Slide

Metode penyuluhan perikanan berdasarkan teknik komunikasi meliputi:
                        1.         Komunikasi langsung;
Komunikasi langsung  merupakan metode penyuluhan yang dilakukan melalui percakapan tatap muka atau melalui media tertentu yang memungkinkan penyuluh dapat berkomunikasi secara langsung untuk memperoleh respon dari sasarannya dalam waktu yang relatif singkat.
Komunikasi langsung dilakukan melalui:
a)      Telepon;
b)      Diskusi;
c)      Dialog;
d)      Cyber-net;
                        2.         Komunikasi tidak langsung.
Komunikasi tidak langsung merupakan metode penyuluhan yang dilakukan melalui perantara orang lain, melalui surat atau melalui media lain yang tidak memungkinkan penyuluh untuk dapat menerima respon dari sasaran dalam waktu yang relatif singkat.
 Komunikasi tidak langsung dilakukan melalui:
a)      Pemasangan poster;
b)      Penyebaran brosur/leaflet/booklet/folder/majalah;
c)      Siaran radio;
d)      Tayangan televisi;
e)      Pemutaran slide;
f)       Pemutaran film;
g)      Pertunjukan seni budaya masyarakat.

Minggu, 06 Agustus 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (6)

Pertemuan Kelompok
Metode penyuluhan perikanan berdasarkan jumlah sasaran meliputi:
                        1.         Perorangan;
Jumlah sasaran perorangan dilakukan dengan cara:
a)   Kunjungan rumah/lokasi usaha;
b)   Surat menyurat; dan
c)   Hubungan telepon.
                        2.         Kelompok;
Jumlah sasaran kelompok dilakukan dengan cara:
a)   Diskusi;
b)   Karyawisata;
c)   Kursus;
d)   Pertemuan kelompok; dan
e)   Temu karya.
                        3.         Massal.
Jumlah sasaran massal dilakukan dengan cara:
a)   Sosialisasi;
b)   Kampanye;
c)   Pemasangan poster/spanduk;
d)   Siaran radio;
e)   Siaran televisi; dan
f)    Temu wicara.
Metode penyuluhan perikanan berdasarkan media yang digunakan meliputi:
                        1.         Media terdengar;
Media terdengar disampaikan dengan cara:
a)      Tatap muka;
b)   Lewat telepon;
c)   Jingle/Iklan layanan masyarakat; dan
d)   Siaran radio.
                        2.         Media cetak; dan
Media cetak disampaikan dalam bentuk gambar dan/atau tulisan tercetak, seperti:
a)      Gambar;
b)      Foto;
c)      Selebaran;
d)      Brosur;
e)      Poster;
f)       Leaflet;
g)      Booklet;
h)      Folder;
i)        Baliho;
j)        Koran;
k)      Tabloid; dan/atau
l)        Majalah.
                        3.         Media tertayang.
Media tertayang disampaikan dalam bentuk gambar dan/atau tulisan tercetak, seperti:
a)      Bahan tayang;
b)      Film/video;
c)      Siaran televisi.
d)      Sound slide;
e)      Klip/serial foto;
f)       Jingle/iklan layanan masyarakat;
g)      Blog;
h)      Cyber extension; dan
i)        Multimedia massage service.

Senin, 03 Juli 2017

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (5)

Kontes Ikan Hias Cupang

Metode penyuluhan perikanan dengan menyebarkan informasi dilakukan melalui:
  1. Kampanye, suatu proses kegiatan komunikasi individu atau kelompok yang dilakukan secara terlembaga dan bertujuan untuk menciptakan suatu efek atau dampak tertentu;
  2. Pameran, usaha untuk memperlihatkan atau mempertunjukkan model, contoh, barang, grafik, gambar, poster, benda hidup dan sebagainya secara sistematik pada suatu tempat tertentu;
  3. Dialog interaktif, karya tulis yang disajikan dalam bentuk percakapan antara dua tokoh atau lebih dan bersifat saling melakukan interaksi;
  4. Siaran radio/televisi, penyiaran acara melalui radio atau televisi;
  5. Cyber extension, dan/atau interaksi melalui internet;
  6. Pemutaran film/ video, penyuluhan dengan menggunakan alat film/ video yang bersifat visual dan masal, serta menggambarkan proses suatu kegiatan;
  7. Penyebaran brosur/ folder/ leaflet dan majalah, merupakan penyebaran yang dibagikan kepada masyarakat pada saat-saat tertentu; dan
  8. Pemasangan poster/ spanduk, merupakan penyebaran menggunakan gambar dan kata-kata yang dicetak dan dipasang pada tempat-tempat yang sering dilalui orang atau yang sering digunakan sebagai tempat orang berkumpul di luar ruangan.

Jumat, 05 Agustus 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (4)

Kunjungan

Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan kemampuan teknis dan aneka usaha perikanan dilakukan melalui: 
  1. Kunjungan rumah/ tempat usaha, kunjungan terencana oleh penyuluh ke rumah atau tempat usaha pelaku utama dan pelaku usaha;
  2. Ceramah, media penyampaian informasi secara lisan kepada pelaku utama, pelaku usaha dan atau tokoh masyarakat dalam suatu pertemuan;
  3. Pelatihan, suatu proses perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan teknis dalam rangka mencapai kemampuan, waktu, dan materi tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.
  4. Magang, proses belajar mengajar antar pelaku utama dengan bekerja ditempat usaha perikanan pelaku utama yang berhasil dan/atau pada lembaga teknis pemerintah, swasta;
  5. Studi  banding, suatu kajian ilmiah dengan mencari imbangan dari kasus yang sama atau serupa di tempat lain;
  6. Widyawisata, perjalanan keluar dalam rangka studi secara berombongan dan dalam rangka menambah ilmu pengetahuan;
  7. Demonstrasi, peragaan suatu teknologi (bahan, alat atau cara) dan/atau hasil penerapannya secara nyata dilakukan oleh pemandu kepada pelaku utama dan pelaku usaha;
  8. Sekolah lapang, sekolah yang diselenggarakan di luar ruangan dengan dipandu pengajar/pemandu untuk memenuhi suatu kemampuan materi teknologi tertentu dengan waktu yang tidak ditentukan; dan
  9. Gelar teknologi perikanan merupakan suatu kegiatan untuk memperagakan suatu teknologi perikanan unggul hasil penelitian dan pengkajian yang sudah matang di lahan usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha dan dilaksanakan oleh kelompok perikanan atau anggotanya, dengan bimbingan petugas teknis.


Sabtu, 30 Juli 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (3)


Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan dan menguatkan kelembagaan/ manajemen kelompok serta modal sosial dilakukan melalui: 
  1. Sarasehan, forum konsultasi antara pelaku utama dan/atau pelaku usaha dengan pihak pemerintah secara periodik dan berkesinambungan untuk musyawarah dan mufakat dalam pengembangan usaha pelaku utama dan/atau pelaku usaha serta pelaksanaan program pembangunan perikanan;
  2. Diskusi/dialog, tukar pikiran antara peserta diskusi untuk memperoleh pemahaman yang lebih tepat mengenai suatu masalah dan pemecahannya; 
  3. Seminar, merupakan suatu pertemuan untuk membahas suatu masalah dibawah pimpinan ketua sidang dengan menampilkan satu atau beberapa pembicara dengan makalah atau kertas kerja masing-Masing serta biasanya diadakan untuk membahas suatu masalah secara ilmiah; 
  4. Workshop/lokakarya, sebuah pertemuan ilmiah yang melibatkan beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya; dan 
  5. Pelatihan, suatu proses perubahan pengetahuan, sikap, dan keterampilan manajerial dalam rangka mencapai kemampuan, waktu, dan materi tertentu untuk mencapai tujuan organisasi.

Selasa, 24 Mei 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (2)


Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan kepemimpinan dan partisipatif pelaku utama dan pelaku usaha perikanan dilakukan melalui:

  1. Rembug desa, pertemuan anggota dan/ atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat desa untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja serta pemecahan masalah yang dihadapi untuk kemudian dilaksanakan oleh mereka sendiri beserta kelompoknya;
  2. Rembug kecamatan, pertemuan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat kecamatan untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja serta pemecahan masalah yang dihadapi untuk kemudian dilaksanakan oleh mereka sendiri beserta kelompoknya;
  3. Rembug kabupaten/kota, pertemuan anggota  dan/atau  pengurus organisasi  pelaku  utama  dan  pelaku usaha tingkat kabupaten/kota untuk  mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam  pelaksanaan program  dan  rencana  kerja,  dan  menilai/ mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana  kerja  periode  yang  lalu,  serta  menyusun kepengurusan tingkat kabupaten/kota;
  4. Rembug provinsi, pertemuan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat provinsi untuk mendiskusikan dan mencari kesepakatan dalam pelaksanaan program dan rencana kerja, dan menilai/ mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kerja periode yang lalu, serta menyusun kepengurusan tingkat provinsi serat membahas masalah umum pembangunan perikanan tingkat provinsi; dan
  5. Rembug nasional, pertemuan konsultasi secara berkala dan berkesinambungan yang melibatkan anggota dan/atau pengurus organisasi pelaku utama dan pelaku usaha tingkat nasional dengan pejabat pemerintah lingkup Kementerian Kelautan dan Perikanan, dalam pelaksanaan program dan rencana kerja, menilai/mengevaluasi pelaksanaan program dan rencana kerja periode yang lalu, serta menyusun kepengurusan  tingkat  nasional  serat  membahas masalah umum pembangunan perikanan tingkat nasional.

Senin, 23 Mei 2016

METODE PENYULUHAN PERIKANAN (1)



Metode penyuluhan perikanan untuk mengembangkan kreativitas dan inovasi dilakukan melalui:

  1. Temu wicara, kegiatan pertemuan antara pelaku utama dan/atau pelaku usaha dengan Pemerintah dan/atau pemerintah daerah dalam rangka penyampaian informasi /kebijakan dan peran serta pelaku utama dan/atau pelaku usaha dalam pembangunan perikanan;
  2. Temu lapang, pertemuan antara pelaku utama dan pelaku usaha dengan penyuluh  perikanan dan/atau peneliti/ahli perikanan di lapangan untuk mendiskusikan keberhasilan kegiatan perikanan dan/atau teknologi yang sudah diterapkan dan/atau sebagai tindak lanjut demonstrasi cara/demonstrasi hasil/uji coba lapang;
  3. Temu teknis, kegiatan pertemuan berkala antara penyuluh perikanan dengan tim penyuluh dan/atau antara penyuluh perikanan dengan peneliti/ perekayasa/ profesional/ aparat pemerintah untuk meningkatkan kompetensi penyuluh perikanan dalam pelayanan kepada pelaku utama dan/atau pelaku usaha;
  4. Temu karya, kegiatan pertemuan antar pelaku utama dan/atau pelaku usaha untuk bertukar pikiran dan pengalaman, saling belajar, saling mengajarkan keterampilan dan pengetahuan untuk diterapkan oleh pelaku utama dan/atau pelaku usaha perikanan;
  5. Temu usaha, kegiatan pertemuan antara pelaku utama, pelaku usaha, pengusaha perikanan dan lembaga keuangan untuk melakukan kerjasama dalam pengembangan usaha perikanan, sehingga masing-masing pemangku kepentingan dapat mengambil manfaat secara optimal yang tertuang dalam surat kesepakatan bersama;
  6. Temu teknologi, pertemuan antar pelaku utama dan pelaku usaha dengan ahli teknologi untuk mendiskusikan dan menerapkannya pada kegiatan pembangunan perikanan;
  7. Mimbar sarasehan, kegiatan pertemuan sebagai forum konsultasi antara gabungan kelompok pelaku utama dan usaha perikanan atau asosiasi kelompok perikanan dengan pihak pemerintah yang diselenggarakan secara berkesinambungan untuk membicarakan, memusyawarahkan, dan menyepakati pemecahan berbagai permasalahan pembangunan kelautan dan perikanan;
  8. Temu pakar penyuluhan, pertemuan antara para ahli (pakar) di bidang penyuluhan atau bidang perikanan dengan pelaku utama dan pelaku usaha serta Penyuluh Perikanan yang membahas permasalahan penyuluhan atau perikanan dan perlu segera mendapatkan pemecahan masalah;
  9. Temu Komunikasi Informasi dan Praktek Pemecahan Masalah (KIPRAH), pertemuan antara penyuluh bersama peneliti/ widyaiswara/ instruktur/ dosen/ praktisi dengan  pelaku utama dan pelaku usaha untuk mengidentifikasi, merumuskan, dan memecahkan masalah yang dihadapi dalam mengembangkan usaha perikanan. Pemecahan masalah dilakukan secara partisipatif dalam bentuk praktek langsung di lahan usaha perikanan;
  10. Jambore penyuluhan perikanan, pertemuan para penyuluh perikanan yang dilakukan pada suatu tempat terbuka untuk melakukan dialog, tukar-menukar informasi, pentas budaya dan teknologi, guna menggali masalah-masalah penyuluhan perikanan dan merumuskan tindak lanjut pemecahannya;
  11. Lomba,  suatu  kegiatan  dengan  aturan  serta  waktu yang ditentukan untuk menumbuhkan kreativitas antar peserta untuk mencapai prestasi yang diinginkan secara maksimal;
  12. Lokakarya, suatu acara dimana beberapa orang berkumpul untuk memecahkan masalah tertentu dan mencari solusinya; dan
  13. Temu profesi, pertemuan antar penyuluh perikanan yang ditujukan untuk peningkatan profesionalisme dan kepemimpinan penyuluh perikanan dalam manajemen penyuluhan.