Kamis, 16 April 2020

CARA MENJAGA KESEHATAN IKAN SETELAH HUJAN TURUN

Sebelum ikan sakit, ada unsur yang menjadi trigger (penyebab) timbulnya ikan stres yaitu fluktuasi/range pH yang tinggi, pergeseran dominansi fitoplankton, dan penurunan pH yang drastis. Kesemua faktor tersebut menyebabkan ikan stres, dan bila ikan stres dan di perairan ada virus white spot, maka ikan akan terinfeksi virus tersebut dan sakit.

Adapun cara untuk mengatasi bila terjadi hujan lebat.

  1. Dilakukan pengapuran rutin dengan dolomit, bila PH pagi > 8,0 aplikasi dolomit malam hari dan bila pH pagi < 8,0 aplikasi dolomit diberikan pada pagi jam 07.00

Dosis aplikasi dolomit 10 – 15 ppm.

  1. Dilakukan pembuangan air atas pada saat hujan.
  2. Bila perlu dilakukan penambahan kincir.
  3. Dicampurkan ke dalam pakan vitamin C dosis 3 gram/kg pakan.
Bila kematian ikan dengan ciri-ciri terinfeksi white spot, maka harus dilakukan sistem budidaya tertutup dengan aplikasi probiotik.

Selasa, 14 April 2020

MANFAAT PENGGUNAAN PLASTIK HDPE SEBAGAI ALAS KOLAM

Kolam plastik merupakan kolam yang dilapisi dengan plastik berbentuk mulsa atau HDPE. Plastik mulsa atau HDPE berguna untuk mengeliminasi dampak dari dasar kolam yang memiliki bahan organik tinggi, sehingga kualitas air tidak dipengaruhi oleh dasar kolam. Selain itu juga untuk mencegah terjadinya perembesan khususnya pada kolam dengan tanah porous. 

Penumpukan bahan organik di dasar kolam menyebabkan kondisi anaerob. Kondisi ini menghasilkan produk yang bersifat toksik terhadap organisme yang ada dalam air termasuk ikan. 

Plankton pada kolam yang dilapisi dengan plastik lebih padat dibanding dengan plankton pada kolam yang tidak dilapisi plastik. Kecerahan yang rendah pada kolam yang tidak dilapisi dengan plastik akibat lumpur yangmenyebabkan air berwarna coklat.

Kelebihan memakai plastik pada kolam adalah tidak perlu pengolahan tanah dasar, tidak perlu pengapuran dasar, frekuensi penebaran dapat ditingkatkan, masa pemeliharaan dapat diatur, pergantian /penambahan air dapat dikurangi, bocoran kolam bukan lagi masalah utama, dan penurunan pH air akibat kemasaman tanah bukan lagi hambatan. Sedangkan kekurangannya adalah perlu modal awal yang lebih banyak.

Kamis, 09 April 2020

MENCEGAH KEMATIAN IKAN MASSAL AKIBAT HUJAN

Hujan merupakan peristiwa alamiah yang terjadi sebagai akibat dari siklus air di alam. Turunnya hujan bisa memberikan dampak positif maupun negatif bagi ikan di kolam. Yang perlu diperhatikan adalah mengurangi dampak negatif sebesar mungkin sehingga tidak berakibat buruk terhadap ikan yang dipelihara. Hujan biasanya menimbulkan dampak negatif jika turun dengan lebat dalam waktu yang lama, dampak yang ditimbulkan antara lain:

  • Suhu air turun, karena tidak ada sinar matahari, Oksigen, pH, dan alkalinitas juga turun karena terjadi pengenceran air kolam
  • Jika kepadatan fitoplankton dalam kolam tinggi maka hujan dapat mengakibatkan kematian massal fitoplankton yang juga berakibat pada meningkatnya konsumsi oksigen oleh bahan organik dari fitoplankton yang mati
  • Perubahan suhu, pH dan oksigen akan merangsang tumbuhnya bakteri “jahat” (pathogen).
  • Jika hujan disertai angin kuat maka kolom air di bawah akan teraduk mengakibatkan naiknya lumpur dasar kolam ke dalam kolom air, terutama jika tinggi air kolam tidak terlalu dalam.
  • Senyawa beracun seperti H2S akan terlepas ke kolom air karena dasar kolam teraduk.
  • “Suara” yang ditimbulkan dari tetesan air hujan di permukaan air dapat menimbulkan stress pada ikan.

Bagaimana reaksi ikan terhadap perubahan kondisi tersebut? Secara alamiah ikan akan berusaha menghindari faktor-faktor yang dianggap dapat membahayakan hidupnya, yaitu dengan berenang menjauhi permukaan air kolam, mencari kolom air di dalam yang lebih hangat. Tetapi jika dasar kolam teraduk maka kondisi lingkungan di dasar kolam justru membahayakan kehidupan ikan. Sehingga ikan akan mudah terinfeksi penyakit. Turunnya pH air akan merangsang ikan untuk berganti kulit (molting), akibatnya kondisi ikan semakin lemah.

Hujan juga akan menurunkan nafsu makan ikan sebagai akibat dari turunnya suhu, pH dan oksigen terlarut. Berkurangnya asupan makanan akan mengakibatkan kemampuan ikan dalam menjaga system pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit menjadi turun. Jika ikan sampai stres maka kemampuannya untuk mengembalikan kondisi tubuh turun drastis, bahkan bisa menimbulkan kematian.

Apa yang harus dilakukan untuk mencegah kematian masal akibat hujan? Pertama-tama kita harus mengusahakan agar air hujan yang masuk ke kolam dapat segera dibuang dengan cara membuang air kolam dari permukaan, menjaga agar ketinggian air tetap sama seperti sebelum turun hujan. Hal ini akan mengurangi pengaruh pengenceran terhadap air kolam.

Jika ternyata pH dan alkalinitas air turun maka berikan kapur, terutama di sekeliling kolam dan pada tanggul-tanggul kolam. Hidupkan kincir untuk menjaga agar oksigen terlarut tetap tinggi. Stop pemberian pakan sampai cuaca kembali normal.

Jika sudah terlihat ikan mulai mau makan, maka berikan pakan pada dosis 10 - 20 % lebih rendah dari sebelumnya. Tambahkan vitamin C sebanyak 5 mg/kg pakan. Cek dasar kolam untuk memonitor adanya kematian ikan di dasar kolam, jika terdapat bangkai ikan segera lakukan siphon. 

Rabu, 08 April 2020

PENGELOLAAN KOLAM YANG KADAR BESINYA TINGGI

Memang untuk kondisi tanah pyrit (besi), sangat berbeda dalam hal pengelolaan persiapan lahan maupun budidayanya dibandingkan dengan tanah normal (bekas lahan sawah). Adapun metode persiapan lahannya:

  • Tanah dikeringkan untuk membuang bahan organik atau lumpur.
  • Tidak dilakukan pembalikan tanah sebab tanah di lapisan bawah masih belum teroksidasi dan mengandung lumpur organik tinggi.
  • Dilakukan pencucian dengan plankton pekat, dengan cara petakan diisi air setinggi 30 cm, lalu dibiarkan sampai planktonnya tumbuh pekat, lalu dibuang pada malam hari. Diulangi beberapa kali sampai warna kuning (karat besi) hilang.
  • Dikapur sesuai angka pH tanah (pH < 5 kapur 5-8 ton; PH 5-6 kapur 2-4 ton; PH>6 kapur 1,5 - 2 ton).
  • Dilakukan pengisian air.

Selasa, 07 April 2020

UPWELLING

Peristiwa upwelling terjadi karena air dari lapisan bawah terangkat ke permukaan dan air yang di permukaan masuk ke lapisan yang lebih dalam. Hal ini dapat terjadi jika suhu permukaan air lebih dingin dibandingkan dengan suhu air di lapisan yang bawah. Air dengan suhu yang lebih tinggi cenderung lebih ringan sehingga akan terangkat ke permukaan.

Namun kejadian kematian masal ikan tidak selalu disebabkan oleh upwelling. Kematian ikan terutama terjadi karena kadar kelarutan oksigen (DO) dalam air sangat rendah dan kondisi ini berlangsung cukup lama (lebih dari 4 jam). Di kolam DO seringkali < 2 ppm, ikan yang hidup di dalamnya sudah terbiasa dengan kondisi DO seperti ini sehingga tidak mengakibatkan kematian, tetapi pertumbuhan ikan akan lebih lambat.

Pada kondisi tertentu DO dalam air bisa < 1 ppm, dan ini sudah membahayakan bagi kehidupan ikan. Tingkat DO ini akan membuat ikan sulit bernafas sehingga mereka akan muncul ke permukaan dan berusaha memanfaatkan lapisan tipis air di permukaan yang mengandung DO lebih tinggi (karena bersentuhan langsung dengan udara). Tetapi jika keadaan ini berlangsung lama maka jumlah oksigen yang diserap oleh ikan tidak akan mencukupi kebutuhan hidupnya sehingga perlahan-lahan ikan akan lemas, pingsan danmakhirnya mati.

Rendahnya DO dalam air bisa disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya adalah upwelling (seperti yang disebutkan di atas), tidak ada angin sehingga permukaan air sangat tenang mengakibatkan kurangnya difusi oksigen dari udara untuk masuk ke dalam air, cuaca mendung sehingga tidak terjadi fotosintesa yang bisa menghasilkan oksigen.

Untuk mengantisipasi kondisi ini kita harus mewaspadai terjadinya perubahan cuaca. Jika sepanjang hari cuaca mendung (atau bahkan hujan) maka bisa dipastikan pada malam hari DO akan rendah dan pada pagi dini hari DO akan kritis. Antisipasi yang dilakukan adalah dengan menghentikan pemberian pakan sejak siang hari.

Jika ikan merasa lapar maka aktifitasnya akan berkurang sehingga laju konsumsi oksigen juga akan turun. Siapkan pompa air atau kincir, jika sewaktuwaktu dibutuhkan kita dapat menambah kelarutan oksigen dengan mengaerasi air dalam karamba. Sudah tentu efektifitasnya bergantung pada besarnya pompa atau kincir. Tempatkan aerasi pada kolam yang ikannya sudah besar, sebab ikan ini nilainya sudah tinggi karena sudah banyak mengkonsumsi pakan. Jika ikan mati maka kerugiannya lebih besar.

Pasanglah plastik gelombang atau sejenisnya di tengah kolam, satu sisi diletakkan sedikit di bawah permukaan air. Lalu hidupkan pompa mengarah ke plastik tersebut sehingga akan terjadi arus yang melalui permukaan plastik. Karena posisi lembaran plastik agak mendongak ke atas maka air yang mengalir akan terdorong ke atas sehingga tercipta seperti air terjun. Hal ini akan menciptakan aerasi sekaligus arus pada permukaan air. Arus yang timbul diharapkan dapat membawa air yang mengandung oksigen lebih tinggi ke kolam di sebelahnya. Sebaiknya pompa sudah dihidupkan sebelum oksigen mencapai titik kritis.

Untuk mencegah kematian maka kepadatan ikan juga harus diatur. Pada musim penghujan, saat matahari jarang muncul sebaiknya padat tebar dikurangi. Jika ikan sudah terlanjur ditebar dan sudah berukuran agak besar maka sebaiknya sebagian ikan dipindahkan ke karamba lain yang kosong. Jaring juga harus sering dibersihkan agar arus air tidak terhambat. Dengan demikian air dalam karamba dapat selalu terganti dengan baik.

Kamis, 02 April 2020

KIAT-KIAT SUKSES MEMELIHARA IKAN

Membasmi penyakit dalam lingkungan hidup ikan tidak mungkin dilakukan. Kita hanya dapat mencegah agar ikan tidak mati karena serangan penyakit. Ikan seperti halnya makhluk hidup lain, akan dapat tumbuh dengan baik jika tubuhnya dalam kondisi sehat.

Kesehatan tubuh ikan ditentukan oleh dua hal, yaitu gizi makanan dan kondisi lingkungan. Oleh karena itu sangat penting untuk menjaga agar kondisi tubuh ikan tetap sehat, sebab seperti halnya manusia, jika sudah sakit maka biaya untuk menyehatkan kondisi tubuh bisa menjadi mahal.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa kondisi lingkungan ideal untuk tempat hidup ikan. Kolam harus bebas dari sampah, termasuk sampah organik, seperti daun-daunan, ranting pohon dan sebagainya. Rumput liar juga harus dihindari. Sebaiknya dinding kolam dilapisi plastik mulsa atau terpal.

Pipa pemasukkan dan pengeluaran air harus terpelihara dengan baik dan mencukupi. Pipa pemasukkan dan pengeluaran air ibarat ventilasi bagi rumah tempat tinggal ikan, jika pemasukkan dan pengeluaran air tidak baik maka ikan dalam kolam akan merasa “pengap” karena air tidak segar.

Kualitas air yang masuk ke kolam harus lebih baik dibandingkan kualitas air dalam kolam, ibaratnya udara segar yang masuk ke dalam rumah. Satu faktor yang juga penting adalah menjaga agar hama dan predator tidak masuk ke dalam kolam. Hama dan predator ibarat tikus dalam rumah, bisa sangat mengganggu dan membahayakan kehidupan.

Bentuk kolam harus rapih, jika ada pematang yang longsor atau bocor harus segera dibetulkan sebab tempat ini bisa menjadi pintu masuk hama dan predator. Pematang dilapisi plastik terpal atau mulsa dengan rapih, jangan sampai bocor. Kebocoran akan mengakibatkan menumpuknya kotoran di tempat tersebut, sehingga menjadi tempat sampah tersembunyi. Bersihkan rumput dan tanaman liar dari kolam. Tanah dasar kolam diratakan dan dipadatkan.

Setelah wadah disiapkan maka air harus diatur, sebab air adalah media hidup ikan. Kualitas air harus dijaga, jangan sampai terlalu kental, warna air tidak boleh pekat, jangan sampai tumbuh lumut. Faktor ketiga adalah pakan, gunakan pakan yang bermutu jangan memilih pakan karena harganya yang murah, tetapi gunakan pakan sesuai dengan mutu yang diperlukan.

Ikan perlu mendapat asupan nutrisi yang baik agar bisa hidup sehat dan tumbuh dengan baik. Pakan diberikan pada pagi hari setelah matahari terbit, jangan diberikan terlalu awal sebab biasanya pada pagi hari sebelum matahari terbit kualitas air masih kurang bagus. Berikan pakan secukupnya sampai ikan berhenti makan tandanya sudah kenyang. Karena itu pakan harus diberikan pelan-pelan, jangan langsung disebarkan dalam jumlah banyak.

Kunci keberhasilan memelihara ikan adalah dengan memperhatikan tingkah laku ikan dan kondisi air kolam secara teliti dan terus menerus. Jangan meremehkan gejala-gejala yang muncul, sebab hal ini menjadi pertanda ada sesuatu yang tidak baik di dalam kolam. Hal yang disampaikan di atas sebagian besar sudah diketahui secara umum, tetapi sayangnya kita seringkali mengabaikan hal-hal kecil sehingga mengakibatkan kerugian besar.

Rabu, 01 April 2020

MENJAGA STABILITAS PLANKTON DALAM KOLAM

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pertumbuhan plankton didalam perairan, yaitu adanya nutrien atau unsur hara yang menunjang pertumbuhan plankton, sinar matahari, dan kandungan karbondioksida (CO2) di dalam perairan tersebut. Ketiga faktor tersebut saling berkaitan dan jika ada kekurangan dari salah satu faktor maka pertumbuhan plankton akan mengalami gangguan.

Faktor yang pertama adalah nutrien. Kebutuhan plankton akan nutrien di dalam perairan cukup besar. Jika kandungan nutrien kurang di dalam perairan, plankton juga akan mengalami kesulitan untuk tumbuh normal, tetapi jika kandungan nutrien terlalu melimpah, juga tidak baik bagi pertumbuhan plankton, karena plankton akan mengalami pertumbuhan yang sangat cepat.

Faktor yang kedua adalah sinar matahari. Plankton tidak akan tumbuh normal jika kurang mendapat sinar matahari, ditandai dengan adanya kecerahan air kolam yang tinggi, dan sulit menumbuhkan plankton. Sebaliknya, jika cuaca terlalu panas/terlalu banyak mendapatkan sinar matahari, pertumbuhan plankton juga semakin mudah merajalela, akibatnya pekolam sulit mengendalikannya.

Faktor yang ketiga adalah kandungan CO2 di dalam perairan. Untuk memenuhi unsur karbon, plankton memanfaatkan senyawa CO2 yang terlarut di dalam perairan, yang dalam proses fotosintesis akan menghasilkan oksigen dan energi yang nantinya akan digunakan plankton untuk tumbuh. Jika CO2 di dalam perairan kurang, akan berpengaruh terhadap pertumbuhan plankton yang ada didalam perairan tersebut.

Jika bahan organik di kolam terlalu tinggi, disarankan air dimasukkan tandon terlebih dahulu beberapa hari untuk diendapkan kotorannya sebelum digunakan di dalam petak budidaya. Tanam tumbuhan air di petak tandon, tergantung tingkat pencemaran di perairan tersebut, berfungsi sebagai filter biologis, dan bisa menyerap bahan organik yang terbawa oleh aliran air dari luar.

Saran yang kedua adalah melakukan cuci plankton pekat. Artinya, kita bisa menurunkan bahan organik tanah dasar dengan cara menumbuhkan plankton pekat di dalam petak sebelum dilakukan persiapan lebih lanjut. Berikutnya masukkan air ke dalam petak setinggi 40-50 cm, tunggu beberapa hari sampai plankton tumbuh pekat. Jika plankton sudah kelihatan pekat, maka air di dalam petak dibuang secara total dilakukan pada jam 1-2 dini hari.